Dampak Poligami terhadap Kesehatan: Tinjauan Penelitian
Poligami, praktek pernikahan di mana seorang pria memiliki lebih dari satu istri, menjadi sorotan ketika seorang pejabat diduga melakukan poligami saat menjabat.
Meskipun belum ada penelitian yang dipublikasikan secara internasional dari Indonesia tentang dampak poligami, banyak bukti klinis dari penelitian di negara lain yang mengungkap dampak kesehatan dari praktek ini.
Penelitian tentang Dampak Poligami
Untuk memahami dampak poligami terhadap kesehatan, saya melakukan penelusuran melalui PUBMED menggunakan kata kunci "Polygamous married". Menariknya, ada beberapa penelitian yang membahas dampak poligami pada kesehatan, terutama bagi istri pertama. Penelitian-penelitian ini mencakup berbagai negara seperti Afrika, Asia, negara-negara Arab, dan bahkan Amerika serta Eropa.
Alasan Poligami
Penelitian dari Nigeria mengungkap lima alasan utama pria melakukan poligami:
- Ingin Memiliki Anak Lebih Banyak: Untuk meningkatkan jumlah keturunan.
- Meningkatkan Prestise: Meningkatkan status sosial di mata teman atau kelompok.
- Meningkatkan Status dalam Masyarakat: Menambah anggota keluarga untuk pekerjaan, seperti di bidang pertanian.
- Memuaskan Dorongan Seksual: Untuk memenuhi keinginan seksual dengan cara yang dianggap halal.
- Keinginan Pribadi: Berbagai alasan pribadi lainnya.
Dampak Poligami terhadap Kesehatan Mental
Penelitian di beberapa negara menunjukkan bahwa istri pertama dalam pernikahan poligami sering mengalami masalah kesehatan mental. Berikut adalah beberapa temuan utama:
1. Syria: Penelitian oleh Al-Krenawi menunjukkan bahwa wanita dalam pernikahan poligami mengalami penurunan kepuasan hidup dan perkawinan, lebih rentan terhadap depresi, gangguan psikosomatik, kecemasan, dan paranoia.
2. Jordania: Wanita dalam pernikahan poligami merasa rendah diri, tidak berharga, dan mengalami gangguan psikosomatik. Mereka yang setuju dengan poligami biasanya berbeda dengan wanita dalam pernikahan monogami yang menolak poligami.
3. Turki: Penelitian menunjukkan bahwa wanita dalam pernikahan poligami lebih mudah mengalami gangguan kejiwaan dan stres dibandingkan wanita dalam pernikahan monogami.
Perbandingan dengan Wanita Monogami
Satu survei yang dilakukan oleh Chung dan Kim dari Universitas Yonsei, Korea Selatan, yang dipublikasikan di Jurnal PlosOne, menunjukkan bahwa pasangan yang puas dalam perkawinannya akan lebih sehat dibandingkan dengan orang yang belum menikah. Namun, orang yang menikah tetapi tidak puas dengan perkawinannya memiliki masalah kesehatan yang sama dengan orang yang tidak menikah.
Survei ini melibatkan 8.538 orang dari China, Jepang, Taiwan, dan Korea, menunjukkan bahwa kepuasan perkawinan lebih penting untuk kesehatan dibandingkan status perkawinan itu sendiri.
Dampak Poligami di Indonesia
Budaya dan masyarakat Indonesia memiliki perbedaan dengan negara-negara lain yang disebutkan di atas. Oleh karena itu, penelitian dengan responden dari Indonesia diperlukan untuk mengetahui apakah dampak kesehatan yang sama berlaku di sini.
Kesimpulan
Poligami dapat memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental dan emosional, terutama bagi istri pertama. Meskipun beberapa wanita mungkin setuju dengan poligami, banyak yang mengalami penurunan kepuasan hidup dan kesehatan mental yang buruk.
Penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut di Indonesia untuk memahami dampak poligami dalam konteks budaya lokal.

Post a Comment for " Dampak Poligami terhadap Kesehatan: Tinjauan Penelitian"